Terdapat perisai berlogo plus yang melayang dan bersinar di atas tangan dokter

Lindungi Data Seluler Pribadi pada Layanan Kesehatan

Pria di depan komputer menggunakan hoodie sebagai gambaran seorang hackerKebutuhan untuk melindungi informasi pasien dari kebocoran menandakan adanya keharusan untuk memastikan data seluler pribadi harus selalu terlindungi. Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan Tahun 1996 (HIPAA) adalah undang-undang federal yang mencegah kebocoran informasi sensitif mengenai kesehatan pasien tanpa persetujuan atau sepengetahuan pasien. Hal ini berarti jika para ahli kesehatan menyimpan informasi kesehatan pasien yang dilindungi pada perangkat penyimpanan portabel seperti SSD atau USB, perangkat ini harus mencegah pengguna yang tidak diizinkan untuk melihat informasi apa pun. Cara ini memberikan keamanan ekstra jika perangkat hilang, hilang sementara, atau dicuri. Amerika Serikat bukan satu-satunya negara atau wilayah yang memberlakukan undang-undang perlindungan data untuk informasi medis pasien. UE memiliki Direktif Perlindungan Data Uni Eropa (EUDPD), Inggris Raya memiliki Undang-Undang Perlindungan Data, Jepang memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan Australia memiliki Undang-Undang Privasi Australia.
Tangan beberapa orang yang menggunakan laptop, tablet, dan ponsel yang dikelilingi simbol gembok
Mengingat dampak rusaknya reputasi, litigasi, dan biaya lain akibat kehilangan PII (Data Pribadi Teridentifikasi) pasien, sebenarnya organisasi layanan kesehatan memiliki insentif yang tinggi untuk memprioritaskan keamanan data. Menurut laporan IBM tahun 2021 mengenai Biaya Pelanggaran Data, rata-rata biaya pelanggaran data untuk sektor layanan kesehatan jauh lebih tinggi daripada industri lain: $9,23 juta pada tahun 2021, dibanding rata-rata $4,24 juta. Biaya ini meningkat dari $7,13 juta pada tahun 2020, naik hampir 30%. Dengan meningkatnya serangan siber pada jaringan korporat pada ntahun 2021 sebesar 50%, penanganan risiko mobilitas data menjadi sangat krusial bagi rumah sakit, penyedia layanan kesehatan, dan asuransi.

Perlindungan Data Seluler dengan Enkripsi

Cara terbaik untuk memberikan keamanan tingkat tinggi dan mencegah pelanggaran data yang berharga adalah melalui enkripsi. Ada dua jenis enkripsi yakni berbasis hardware atau software. Akan tetapi, pendekatan enkripsi berbasis hardware (tanpa software) untuk keamanan data dinilai paling efektif dengan cara mencegah akses yang tidak diizinkan ke data pribadi terkait layanan kesehatan. USB drive terenkripsi merupakan solusi yang tepat dan mudah digunakan untuk melindungi data pribadi dari akses publik saat mentransfer data.

Enkripsi Berbasis Hardware vs Software

Grafis komputer bertuliskan Akses Ditolak dengan font segmen LED

USB drive dengan enkripsi hardware menawarkan perlindungan keamanan dan data yang canggih. Perangkat ini mematuhi standar industri yang ketat, mengurangi risiko ketika drive hilang. Perangkat ini mandiri karena beroperasi tanpa memerlukan software pada komputer host. Hal ini berarti perangkat ini dapat digunakan pada berbagai platform yang memudahkan pengguna yang bekerja pada lingkungan dengan berbagai OS dan perangkat. Cara ini juga mencegah vektor serangan umum seperti serangan metode sniffing, paksa, dan memori hash karena tidak ada software rentan yang digunakan untuk menangani enkripsi.

Kebanyakan USB drive dengan enkripsi hardware yang ada di industri menggunakan enkripsi AES 256-bit dengan mode XTS. Tingkat enkripsi ini akan memastikan siapa saja yang mengakses drive tidak dapat dengan mudah meretas kata sandi untuk mengakses informasi di dalamnya. Memasukkan kata sandi secara 'paksa' juga tidak memungkinkan karena data drive tidak dapat diakses sama sekali jika kata sandi yang dimasukkan salah selama beberapa percobaan.

Akan tetapi, selain pembatasan kesalahan dalam memasukkan kata sandi, firmware yang ditandatangani secara digital juga melindungi dari BadUSB sebagai perlindungan tambahan dari USB terenkripsi Kingston. Beberapa USB drive terenkripsi memiliki tingkat perlindungan fisik tambahan seperti casing berlapis epoksi atau casing penuh untuk mencegah akses ke memori fisik.

Drive dengan enkripsi berbasis software didesain secara berbeda dan lebih rentan terhadap serangan. Enkripsi tersebut tidak dilakukan di dalam USB drive. Drive ini membagikan data komputer pengguna ke program lain yang mungkin berbahaya. Program software pada komputer mengenkripsi data yang kemudian disimpan di USB drive. Program software kemudian berjalan untuk mendekripsi data dan membacanya kembali. Program ini biasanya harus sering diperbarui. Hal ini dapat menyulitkan pekerja jarak jauh yang harus selalu mengupdate software dan driver agar dapat mengakses data, pekerjaan, atau aplikasi yang disimpan secara aman. Mungkin solusi ini terlihat lebih murah tetapi akan jauh lebih mahal jika harus membayar biaya atas pelanggaran data perusahaan dan pasien.

Saat mempertimbangkan drive terenkripsi, pikirkan juga mengenai pasien dan tanggung jawab Anda terhadap data seluler pribadi pasien. Dalam kasus ini, berikut adalah drive yang tepat: dalam banyak kasus, sebaiknya gunakan perangkat enkripsi berbasis hardware sebagai permulaan seperti USB drive Kingston IronKey. Selain menawarkan perlindungan data yang aman dan tepercaya, perangkat ini juga menawarkan solusi yang ramah pengguna karena memudahkan akses penyimpanan data tetapi memberikan enkripsi tingkat militer yang sulit ditembus.

#KingstonIsWithYou

Video Terkait

Trisha memegang SSD 2,5 inci raksasa di samping SSD M.2 dengan ikon gembok dan Windows

Enkripsi Berbasis Software vs Hardware

Apa perbedaan enkripsi hardware dan software?

Minta Bantuan Pakar